PT Tower Bersama Infrastructure Tbk ("TBIG") Mengumumkan Kinerja Keuangan tahun 2018

Posted on 29th March 2019

JAKARTA, 29 Maret 2019 – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk ("TBIG") pada hari ini mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional

TBIG berhasil mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp4.318 miliar dan Rp3.720 miliar untuk periode satu tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Marjin EBITDA Perseroan meningkat menjadi 86,1% untuk tahun 2018. Jika hasil triwulan keempat 2018 disetahunkan, maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp4.601 miliar dan EBITDA mencapai Rp3.954 miliar.

Per 31 Desember 2018, TBIG memiliki 25.518 penyewaan dan 15.091 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 15.032 menara telekomunikasi dan 59 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 25.459, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,69.

“Kami dengan bangga mengumumkan tahun pertumbuhan yang sangat baik, di mana kami menambahkan 3.732 penyewaan gross yang terdiri dari 2.005 site telekomunikasi dan 1.727 kolokasi. Kami melihat pertumbuhan organik yang sangat kuat di tahun 2018 dengan adanya penambahan 2.612 penyewaan organik gross. Selain pertumbuhan organik kami yang kuat, kami juga mengambilalih dua perusahaan menara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia di triwulan keempat 2018, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (“GHON”) dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (“GOLD”). Kedua akuisisi ini menambah 1.120 penyewaan dan 859 sites telekomunikasi ke portofolio kami," komentar dari Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG.

“Kami sudah mengkonsolidasi GHON ke dalam laporan keuangan kami efektif sejak 1 Oktober 2018, sementara GOLD diakuisisi pada akhir Desember 2018 sehingga dampak keuangan secara penuh atas akuisisi ini baru dapat terlihat di laporan keuangan triwulan pertama tahun 2019. Selain itu, penambahan net penyewaan dari Grup lebih rendah untuk tahun 2018 terutama disebabkan oleh penghentian penyewaan dari Internux (Bolt) di akhir Desember 2018," tambah Hardi.

Per 31 Desember 2018, total pinjaman (debt) Perseroan, di mana pinjaman dalam Dollar Amerika yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp20.452 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp13.263 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp221 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp20.231 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp13.042 miliar.  Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan keempat 2018 yang disetahunkan adalah 3,3x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan adalah 5,1x dimana kami masih memiliki ruang untuk menggunakan pinjaman tambahan berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan surat utang kami.

Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG berkomentar, “Kami terus mematuhi strategi konservatif kami untuk melindung nilai seluruh utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang sehingga pergerakan dalam Rupiah akhir-akhir ini tidak memiliki dampak negatif pada bisnis atau keuangan kami.”

Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.

For more information contact:

Corporate Secretary:

Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group

Telp. (62-21) 2924 8900

Email: corporate.secretary@tower-bersama.com

Investor Relations:

Veronica Jordan

Telp. (62-21) 2924 8900

Email: veronica.jordan@tower-bersama.com

Tutup
Loading