Akuisisi Perusahaan Menara Independen
Jakarta, Rabu, 22 Juni 2011 - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (“TBIG”) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Jual-Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement) untuk mengakuisisi 100% kepemilikan saham PT Mitrayasa Sarana Informasi (“Infratel”), perusahaan penyedia menara telekomunikasi independen yang berbasis di Jakarta, Indonesia. - Infratel akan sepenuhnya menjadi anak perusahaan TBIG setelah proses akuisisi selesai. Portofolio menara Infratel terdiri atas 263 site menara dan 332 site shelter-only, dan melayani 672 tenants atau penyewaan secara keseluruhan. Akuisisi tersebut akan menambah pendapatan TBIG lebih dari 10%. “Infratel adalah penyedia menara independen yang memiliki hubungan baik dengan operator-operator telekomunikasi di Indonesia sebagaimana tercermin dari kualitas portofolio menaranya dimana 92% dari total penyewaan Infratel berasal dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia dan portofolionya memiliki rata-rata sisa masa perjanjian sewa di atas delapan tahun,” kata Herman Setya Budi, Presiden Direktur sekaligus menjabat sebagai Chief Operating Officer TBIG. “Kami sangat puas dengan pertumbuhan organik bisnis kami pada tahun 2011 karena hampir seluruh penambahan penyewaan berasal dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia. Akuisisi tersebut mendukung pertumbuhan bisnis kami dan kami akan terus mempertimbangkan untuk mengakuisisi portofolio besar maupun kecil yang memenuhi kriteria risiko dan tingkat pengembalian investasi kami. Dalam hal tersebut, akuisisi Infratel memenuhi semua kriteria yang kami syaratkan,” lanjut Herman. Akuisisi ini diharapkan dapat diselesaikan pada bulan Juli 2011.
***
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah salah satu perusahaan tower telekomunikasi independen terbesar di Indonesia, yang juga merupakan penyedia infrastruktur telekomunikasi beserta layanan pengoperasian dan pemeliharaannya bagi operator telekomunikasi. Layanan infrastruktur yang ditawarkan TBIG mencakup penyewaan tower dan DAS (Distributed Antenna System) bagi operator telekomunikasi melalui solusi build-to-suit dan kolokasi. Hingga Maret 2011, TBIG memiliki dan mengoperasikan lebih dari 3.370 site dengan lebih dari 5.085 penyewaan, dan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan tingginya permintaan dari operator telekomunikasi. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital Group.






