Single header

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Mengumumkan Kinerja Keuangan tahun 2012

JAKARTA, 20 Februari 2013 - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk ("TBIG") pada hari ini mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.

Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1.715 miliar dan Rp1.398 miliar untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. Pendapatan meningkat 77% dan EBITDA meningkat 83% jika dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Marjin EBITDA Perseroan juga meningkat menjadi 81,5% pada akhir 2012 dibandingkan dengan 78,7% pada akhir 2011. Jika hasil triwulan keempat disetahunkan, maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp2.309 miliar dan EBITDA mencapai Rp1.911 miliar.

TBIG memiliki 13.708 penyewaan dan 8.439 site telekomunikasi per 31 Desember 2012. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 7.055 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 344 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 12.324, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,75.

Total hutang senior bersih pada tanggal 31 Desember 2012 sekitar Rp7.361 miliar. Dengan menggunakan EBITDA triwulan keempat 2012 yang disetahunkan, rasio hutang senior bersih terhadap EBITDA menjadi 3,85x. Dalam program pembiayaan Perseroan, rasio maksimal hutang senior bersih terhadap EBITDA adalah 4,5x menggunakan EBITDA bulan terakhir yang disetahunkan. Dengan demikian, Perseroan masih mempunyai ruang signifikan untuk menambah hutang senior untuk membiayai pertumbuhan organik dan inorganik.

“Kami dengan senang untuk mengumumkan hasil keuangan dan operasional yang kuat tahun ini. Sepanjang tahun 2012, kami berhasil menambah 6.706 penyewaan, yang terbagi rata antara pertumbuhan organik dan akuisisi menara Indosat yang selesai pada bulan Agustus 2012. Kami memiliki 8.439 sites telekomunikasi dalam portfolio kami, peningkatan sebesar 73% sejak akhir 2011. Meskipun mengalami pertumbuhan signifikan pada site telekomunikasi, rasio kolokasi kami meningkat dari 1,63 pada akhir 2011 menjadi 1,75 pada akhir 2012”, komentar Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG

“Kami tetap berfokus pada penyelesaian order pembangunan build-to-suit menara dan kolokasi dari operator telekomunikasi secara tepat waktu serta tetap berkomitmen untuk menyediakan pelayanan yang unggul”, tambah Hardi

 

***

Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. Hingga 31 Desember 2012, TBIG memiliki dan mengoperasikan 8.439 sites telekomunikasi dengan 13.708 penyewaan. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Capital dan Provident Capital.