Single header

Tower Bersama Teratas di Bidang Human Capital

PT. Tower Bersama Infraturcture Tbk (TBiG), menjadi satu-satunya independent tower provider yang memenangkan penghargaan Indonesia Human Capital Study 2015. TBiG berhasil mendapatkan penghargaan untuk lima kategori sekaligus dan menempatkan perusahaan ini di posisi teratas untuk kategori Sektor Infrastruktur. Sementara itu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT Federal International Finance (FIF) menjadi yang terbaik masing-masing di Sektor Telekomunikasi dan Informasi serta Sektor Finansial.

Penilaian ini dilakukan berdasarkan hasil studi mengenai pengelolaan human capital yang diselanggarakan oleh DunamisHuman Capital dan Majalah BusinessNews Indonesia dan didukung oleh PMSM Indonesia (Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia), SBM ITB (Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB), Prasetiya Mulya Business School, dan Sekolah Bisnis IPB. Total perusahaan yang mengikuti studi ini adalah 64 perusahaan dari berbagai sektor usaha.

TBiG memperoleh penghargaan untuk kategori Best of CEO Commitment on Human Capital Development, Best All Human Capital Criteria, Best of Human Capital Initiatives (Best of Human Capital Initiative on Performance Management System), Best Employee Net Promoter Score (NPS),  dan Best of  Human Capital Index.

Presiden Direktur PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi hadir di acara penyerahan penghargaan yang dilaksanakan di Ballroom Ritz-Carlton Mega Kuningan  Jakarta, Kamis (22/10/2015).  Setelah menerima penghargaan Best CEO Commitment on Human Capital Herman Setya Budi bahwa pengembangan dibidang  human capital merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. “Jangkauan operasional kita cukup massive dengan coverage wilayah yang sangat luas. Tidak bisa tidak kita harus punya human capital yang baik. Dan ini hanya dilakukan bila pengelolaanhuman capitalnya juga baik. Sudah cukup lama kita mengalokasikan resources untuk mengembangkan human capital management efektif, ” jelasnya.

Tolok Ukur Pembelajaran
Sementara itu, Chief of Human Capital Management System Dunamis Human Capital, Muhammad Hamdani menjelaskan bahwa, IHCS merupakan ajang pertukaran informasi dan benchmarking antar para praktisi Human Capital, terutama di era pengetahuan dan informasi saat ini. “Oleh karena itu, kita memandang penting untuk melakukan studi ini secara rutin setiap tahunnya dan mengajak organisasi-organisasi lain untuk turut serta sebagai peserta, agar para praktisi Human Capital di Indonesia dapat terus ter-update dengan trend-trend yang terjadi dalam pengelolaan Human Capital dan memudahkan CEO dalam mengambil keputusan dari usulan-usulan pengembangan Human Capital di organisasi” jelas Hamdani.

Hasil studi IHCS diharapkan akan menjadi tolak ukur terhadap pendekatan, proses, dan hasil dari penerapan Human Capital System di organisasi-organisasi di Indonesia sehingga proses pembelajaran dan transformasi yang dilakukan dapat berjalan lebih cepat ke arah yang diinginkan oleh organisasi bisnis. (FSA)