PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Mengumumkan Kinerja Keuangan Tahun 2025
JAKARTA, 31 Maret 2026 – PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. ("TBIG") pada hari ini mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp6.910 miliar dan Rp5.941 miliar untuk periode satu tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Jika triwulan keempat ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp6.987 miliar dan Rp5.970 miliar.
Per 31 Desember 2025, TBIG memiliki 41.892 penyewaan dan 24.321 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 24.212 menara telekomunikasi dan 109 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.783, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,73.
Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, mengatakan, “Pada tahun 2025, kami menambahkan 1.280 penyewaan kotor yang terdiri dari 797 sites telekomunikasi dan 483 kolokasi ke portofolio kami. “Setelah penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren pada Maret 2025, yang membentuk XLSmart, terdapat beberapa kontrak sewa yang tidak diperpanjang saat masa berlakunya berakhir, sehingga menyebabkan penurunan jumlah penambahan kontrak sewa bersih pada tahun 2025.”
Per 31 Desember 2025, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp29.258 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp294 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp748 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp28.509 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan keempat 2025 yang disetahunkan, maka total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.
“Kami membangun aset infrastruktur jangka panjang yang didukung oleh pendapatan kontrak selama 10 tahun, sehingga menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi dan berulang. Seiring dengan pertumbuhan bisnis kami, kami tetap menerapkan pendekatan yang disiplin dalam hal penggunaan utang. Per akhir 2025, sekitar 60% utang kami berupa pinjaman dan obligasi dalam Rupiah. Kami terus mengakses berbagai sumber modal di pasar Rupiah dan Dolar AS,” tambah Helmy Yusman Santoso”.
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Bersama Digital Infrastructure Asia.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 2924 8900
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com
Investor Relations:
Veronica Jordan
Telp. (62-21) 2924 8900





