Single header

TBIG Resmi Sebagai Emiten Terbaru di BEI

Jakarta, 26 Oktober 2010 - Usai melalui serangkaian proses IPO yang berjalan dengan sukses dan hasil memuaskan, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk memantapkan diri mencatatkan diri di bursa efek dengan menjadi salah satu emiten  di sektor penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi serta tercatat dengan kode efek ‘TBIG’. “Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kami dan merupakan awal babak baru bagi TBIG,” ujar Herman Setya Budi, Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, dihadapan sejumlah media usai TBIG resmi tercatat sebagai emiten di BEI.

Herman Setya Budi bersama jajaran Komisaris dan Direksi TBIG didampingi petinggi Bursa Efek Indonesia bersama-sama menyaksikan nama “TBIG” meramaikan jajaran emiten di BEI dan memulai perdagangan sahamnya pada hari ini dengan harga Rp 2.025,- per lembar saham.

“Secara keseluruhan proses IPO TBIG telah berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan Komisaris, Manajemen dan lembaga profesi penunjang lainnya,” ungkap Herman.

“Kami dengan bangga menginformasikan bahwa TBIG mengalami oversubscribed lebih dari 17 kali setelah Masa Penawaran Perdana Saham yang berlangsung minggu lalu,” tegas Moleonoto The, Managing Director PT Indo Premier Securities dan Rajiv Louis, Head of Investment Banking PT UBS Securities Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek pelaksanaan Go Public PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBI).

Helmy Yusman Santoso, Direktur Keuangan, merangkap Corporate Secretary PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBI),mengatakan, TBIG akan berupaya untuk menjaga kinerja perusahaan semaksimal mungkin guna mempertahankan kepercayaan para investor. Ditambahkannya, “TBIG menitikberatkan pada akuisisi strategis dan pembangunan tower baru sebagai sarana untuk mencapai pertumbuhan dan pengembangan ke depan sejalan dengan arah pengembangan bisnis Perseroan."

“Kami mengucapkan terimakasih atas sambutan yang begitu antusias dan kepercayaan yang tinggi dari para investor lokal maupun  investor asing yang telah menanamkan modalnya di TBIG” lanjut Helmy.

Optimis, Sentimen Pasar Kuat

Baik Rajiv Louis maupun Moleonoto The dari pihak Penjamin Pelaksana Emisi Saham memastikan bahwa sekarang ini merupakan kesempatan yang bagus bagi perusahaan untuk melaksanakan IPO dan aksi korporasi lainnya. “Kami optimis karena kami melihat bahwa sentimen pasar masih kuat dan kondusif yang diprediksikan berlanjut hingga tahun mendatang sehingga saat ini merupakan momentum yang  sangat tepat,” tegas mereka. Kondisi pasar yang bullish menjadi faktor pendukung yang positif.

“Para pelaku pasar melihat peluang dan kecenderungan bisnis menara seiring dengan tingkat pertumbuhan pengguna telepon selular di Indonesia yang meningkat dan trend  dari para operator telekomunikasi untuk menyewa menara bersama untuk optimalisasi jaringan mereka, sehingga saham TBIG berpotensi untuk diburu investor sebagai investasi baik jangka menengah maupun jangka panjang“, tandas Helmy Yusman Santoso, Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.

Masa Penawaran Perdana Saham TBIG dari tanggal 18 hingga 20 Oktober 2010 menghasilkan penjatahan akhir saham TBIG sebesar 72 persen dialokasikan kepada para investor asing dan 28 persen untuk investor domestik, dimana sebesar 12 persen merupakan pemodal ritel, sedangkan sisanya sekitar 15  persen merupakan pemodal institusi.

Dengan harga penawaran saham sebesar Rp 2.025 per saham, total dana yang dihimpun oleh TBI adalah total Rp 1,97 Triliun, dengan perincian sebesar Rp 1,11 triliun yang berasal dari penerbitan saham baru sejumlah 551.111.000 lembar saham dan pemegang saham penjual sebesar Rp 855 miliar yang berasal dari penjualan 339.750.000 lembar saham lewat private placement serta 82.666.500 lembar saham dari opsi penjatahan lebih (green shoe).

***

Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:

TBI atau yang lebih dikenal dengan Tower Bersama Group (TBG), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia.

TBI adalah salah satu perusahaan tower telekomunikasi independen terbesar di Indonesia, yang juga merupakan penyedia infrastruktur telekomunikasi beserta layanan pengoperasian dan pemeliharaannya bagi operator telekomunikasi.

Layanan infrastruktur yang ditawarkan TBI mencakup penyewaan tower dan DAS (Distributed Antenna System) bagi operator telekomunikasi melalui solusi build-to-suit dan co-location. Sejak didirikan tahun 2004 dan hingga April 2010, TBI telah memiliki dan mengoperasikan lebih dari 2.600 sites dengan lebih dari 4.000 tenant, dan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan tingginya permintaan dari operator telekomunikasi.

TBI adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital Group.

Untuk informasi lebih lengkap, mohon hubungi :

Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group

Telp. (62-21) 571 1946

Email: corporate.secretary@tower-bersama.com