Single header

Penawaran Surat Utang sebesar US$400 juta dengan jangka waktu 5.5 tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

JAKARTA, 27 Oktober 2021 – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG” atau “Penerbit”), telah menetapkan penawaran surat utang dengan jumlah keseluruhan sebesar US$400 juta dengan tingkat suku bunga 2,80% Surat Utang Tanpa Jaminan Yang Didahulukan Jatuh Tempo 2027 (“Surat Utang 2027”).

Surat Utang 2027 diberikan peringkat BBB- oleh Fitch Ratings Ltd. dan akan menjadi kewajiban umum yang tidak dijamin dari Penerbit, pari passu dalam hak pembayaran dengan seluruh utang yang didahulukan tanpa jaminan milik Penerbit yang ada saat ini dan yang akan datang, didahulukan dari segi hak pembayaran atas seluruh utang yang tersubordinasi Penerbit dimasa yang akan datang dan secara efektif akan tersubordinasi dari utang Penerbit yang dijamin secara khusus sepanjang jumlah aset yang menjadi jaminan dari utang tersebut dan terhadap seluruh kewajiban (termasuk utang dagang) dari masing-masing entitas anak TBIG.

Penawaran Surat Utang 2027 diharapkan akan ditutup pada tanggal 2 November 2021, tunduk pada persyaratan penutupan yang sewajarnya.

Jumlah bersih yang akan diterima dari penerbitan Surat Utang 2027, setelah dikurangi dengan biaya penjaminan emisi dan komisi serta perkiraan biaya dan pengeluaran lainnya yang harus dibayarkan sehubungan dengan penerbitan Surat Utang 2027 adalah sekitar US$396,0 juta.

TBIG berencana untuk menggunakan dana yang diperoleh tersebut untuk membayar sebagian saldo terutang dari fasilitas pinjaman revolving sebesar US$100 juta (“Fasilitas B”) dan fasilitas pinjaman revolving sebesar US$200 juta (“Fasilitas RLF tahun 2017”), dan fasilitas pinjaman revolving sebesar US$375 juta (“Fasilitas RLF tahun 2019”). Jumlah pembiayaan kembali untuk Fasilitas B dan Fasilitas RLF tahun 2017 dan Fasilitas RLF tahun 2019 akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali.

Per 30 Juni 2021, total pinjaman dan kas serta setara kas milik TBIG dan entitas anaknya adalah sebesar Rp.28,505 miliar (US$2,0 miliar) dan Rp.894 miliar (US$61,7 juta).

Per 30 Juni 2021, setelah memberlakukan penerbitan Surat Utang 2027 dan penggunaan perolehan dana bersih tersebut, total pinjaman gros yang dimiliki oleh entitas anak Perseroan adalah sebesar Rp.6.817.479 juta (US$470,3 juta) yang termasuk liabilitas sewa – kendaraan, liabilitas sewa – aset hak guna dan pinjaman Fasilitas RLF tahun 2017, fasilitas pinjaman revolving PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk sebesar Rp.150 miliar (“Fasilitas RCF tahun 2018”), Fasilitas RLF tahun 2019, fasilitas pinjaman berjangka dari PT Bank QNB Indonesia Tbk sebesar Rp.50 miliar (“Fasilitas TLF tahun 2020”), fasilitas pinjaman revolving sebesar US$275 million (“Fasilitas RLF tahun 2021”) dan fasilitas kredit US$1 miliar (“Fasilitas Kredit”).

Per 30 Juni 2021, fasilitas yang terkomitmen dan belum ditarik berdasarkan pinjaman Fasilitas RLF tahun 2017, Fasilitas RCF tahun 2018, Fasilitas RLF tahun 2019, Fasilitas TLF tahun 2020, fasilitas pinjaman revolving dari PT Bank UOB Indonesia sebesar Rp.200 miliar (“Fasilitas RCF tahun 2020”), Fasilitas RLF tahun 2021 dan Fasilitas Kredit adalah sebesar US$155,7 juta dan setelah disesuaikan dengan memperhitungkan penerbitan Surat Utang 2027 dan penggunaan dana bersih tersebut, fasilitas yang terkomitmen dan belum ditarik berdasarkan pinjaman Fasilitas RLF tahun 2017, Fasilitas RCF tahun 2018, Fasilitas RLF tahun 2019, Fasilitas TLF tahun 2020, Fasilitas RCF tahun 2020, Fasilitas RLF tahun 2021 dan Fasilitas Kredit adalah sebesar US$551,7 juta, yang akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali. 

Surat Utang 2027 akan terdaftar di the Singapore Exchange Securites Trading Limited (“SGX”) dan pada prinsipnya seluruh persetujuan listing dan quotation untuk Surat Utang 2027 dari Official List SGX telah diperoleh. Penerimaan pendaftaran Surat Utang 2027 di Official List SGX tidak untuk dijadikan sebagai indikasi bahwa SGX telah mengevaluasi Surat Utang 2027, Emiten ataupun TBIG. Surat Utang 2027 tidak ditawarkan atau dijual di wilayah Amerika Serikat. Surat Utang 2027 ditawarkan kepada pembeli perseorangan (bukan warga Amerika Serikat) yang berada di luar wilayah Amerika Serikat sesuai dengan Regulation S berdasarkan Securities Act tahun 1933 sebagaimana diubah. Emiten tidak berniat untuk mendaftarkan bagian manapun dari penawaran Surat Utang 2027 di Amerika Serikat atau melakukan penawaran umum atas Surat Utang 2027 di Amerika Serikat. Di Singapura, Surat Utang 2027 ditawarkan kepada investor institusi dan investor lainnya sesuai dengan pengecualian yang tertulis dalam Securities and Futures Act, Singapore, Bab 289, Bagian 274 dan 275. Siaran pers ini bukan merupakan penawaran penjualan efek di Indonesia. Surat Utang 2027 tidak ditawarkan atau dijual: (i) di Indonesia kepada warga negara dan institusi Indonesia atau warga negara dan lembaga asing; atau (ii) di luar Indonesia kepada warga negara dan institusi Indonesia. Penerbit tidak bermaksud untuk mendaftarkan porsi apapun dari penawarannya di Indonesia atau untuk melakukan penawaran umum dan penawaran privat atas efek tersebut di Indonesia.

 

Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.

Untuk keterangan lebih lanjut:

Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 2924 8900
Email: 
corporate.secretary@tower-bersama.com

Investor Relations:
Veronica Jordan
Telp. (62-21) 2924 8900
Email:
veronica.jordan@tower-bersama.com