PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Announces Its Third Quarter 2015 Financial Performance PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Mengumumkan Kinerja Keuangan Triwulan Ketiga 2015
JAKARTA, 30 November 2015 - PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. ("TBIG") hari ini mengumumkan laporan keuangan interim sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing - masing sebesar Rp2.541 miliar dan Rp2.152 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015. Jika pencapaian triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp3.476 miliar dan Rp2.943 miliar
Per 30 September 2015, TBIG memiliki 19.643 penyewaan dan 12.292 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 11.291 menara telekomunikasi, 937 shelter-only dan 64 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 18.642, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,65.
Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, mengatakan, "Selama sembilan bulan pertama tahun ini, kami bertumbuh sebanyak 573 site dan 1.279 penyewaan untuk portofolio kami. Kami terus fokus untuk membangun menara dan menambahkan penyewaan untuk bisnis kami. Dengan lebih dari 83% pendapatan kami yang berasal dari kontrak jangka panjang operator telekomunikasi Indonesia berperingkat tinggi, kami menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi dan berkelanjutan.
Per 30 September 2015, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp15.453 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 7.833 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp363 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp15.090 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp7.470 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2015 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 2,5x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5.1x.
Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG berkomentar, "Awal bulan ini, kami menandatangani fasilitas pinjaman bank sebesar USD275 juta yang merupakan pinjaman yang memiliki biaya bunga terendah dan tenor terpanjang, dengan permintaan yang signifikan dari bank-bank penyedia kredit kami. Kreditur kami merasa nyaman dengan tingkat leverage kami di ~5x pinjaman bersih terhadap EBITDA. Kami menerapkan strategi lindung nilai dan telah melakukan lindung nilai terhadap fasilitas baru ini dari risiko nilai tukar dengan instrumen lindung nilai yang memiliki tenor yang sama dengan pinjaman tersebut. Selain itu, kami masih memiliki fasilitas bank yang belum ditarik sebesar USD300 juta. "
Hardi menambahkan, "Minggu lalu, kami mengumumkan kebijakan yang ditujukan untuk pemegang saham. Kami memperkirakan untuk menghabiskan sekitar Rp 1 triliun untuk dividen dan / atau pembelian kembali saham. Sebagai perusahaan infrastruktur, kami membangun aset berumur panjang, yang didukung oleh kontrak 10 yang terjamin. Visibilitas arus kas berkelanjutan ini memungkinkan kami untuk melakukan pembelian kembali saham dan / atau dividen signifikan yang tetap aman menurut ketentuan perjanjian pinjaman kami."
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.
Untuk informasi lebih lengkap, mohon hubungi:
Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 571 1946
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com
Investor Relations:
Veronica Jordan
Telp. (62-21) 571 1946
Email: veronica.jordan@tower-bersama.com





