Single header

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Mengumumkan Kinerja Keuangan Tahun 2015

JAKARTA, 23 Maret 2016 - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk ("TBIG") pada hari ini mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.

Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp3.421 miliar dan Rp2.911 miliar untuk periode satu tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015. Marjin EBITDA Perseroan meningkat menjadi 85,1% untuk tahun 2015 dibandingkan dengan 82,2% untuk tahun 2014. Jika hasil triwulan keempat 2015 disetahunkan, maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp3.520 miliar dan EBITDA mencapai Rp3.036 miliar.

Per 31 Desember 2015, TBIG memiliki 19.796 penyewaan dan 12.389 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 11.389 menara telekomunikasi, 936 shelter-only, dan 64 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 18.796, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,65.

“Sepanjang tahun 2015, kami bertumbuh secara organik sebanyak 675 menara telekomunikasi dan 803 kolokasi ke dalam portofolio kami. Meskipun kami bertumbuh sebanyak 1.488 penyewaan secara organik tahun ini, penambahan penyewaan bersih kami lebih rendah, terutama dikarenakan keputusan kami untuk tidak mengakui penyewaan Bakrie Telecom sejak awal 2015. Meskipun begitu, kualitas kredit dari penyewaan kami meningkat dan marjin EBITDA untuk tahun 2015 juga meningkat karena efisiensi dan restrukturisasi perjanjian induk dengan operator yang terkait dengan penyaluran penuh biaya listrik kepada operator. Restrukturisasi ini telah mengurangi risiko perusahaan terhadap fluktuasi biaya listrik.” komentar Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG

Per 31 Desember 2015, total pinjaman (debt) Perseroan, di mana pinjaman dalam Dollar Amerika yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp16.206 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp8.588 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp296 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp15.910 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp8.292 miliar.  Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan adalah 2,7x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan adalah 5,2x dimana kami masih memiliki ruang untuk menggunakan pinjaman tambahan berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan surat utang kami.

Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG berkomentar, “Kami berhasil mengakses pasar obligasi berdenominasi USD dan pinjaman bank di 2015 dimana kami berhasil menerbitkan surat utang dengan bunga terendah untuk tenor 7 tahun yang dikeluarkan oleh perusahaan Indonesia (non-BUMN) dan ~3x oversubscribed untuk fasilitas bank kami yang memiliki tingkat suku bunga LIBOR + 200 bps dengan tenor 5,5 tahun bullet. Kami dan kreditur kami merasa nyaman dengan tingkat leverage kami karena kami memiliki kontrak jangka panjang dari operator yang terjamin ditambah dengan kebijakan lindung nilai yang cermat.”


Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.

Untuk informasi lebih lengkap, mohon hubungi:

Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 571 1946
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com

Investor Relations:
Veronica Jordan
Telp. (62-21) 571 1946
Email: veronica.jordan@tower-bersama.com