PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Mengumumkan Kinerja Keuangan Triwulan Ketiga 2013
JAKARTA, 29 November 2013 - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk ("TBIG") pada hari ini mengumumkan laporan keuangan interim yang telah direviu untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2013.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1.955 miliar dan Rp1.600 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2013. Pendapatan meningkat 72% dan EBITDA meningkat 74% jika dibandingkan dengan periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2013. Jika hasil triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp2.735 miliar, atau terjadi peningkatan 59% dibandingkan pencapaian periode penuh tahun 2012. EBITDA disetahunkan berdasarkan triwulan ketiga mencapai Rp2.239 miliar, atau terjadi peningkatan 60% dibandingkan pencapaian periode penuh tahun 2012.
Per 30 September 2013, total pinjaman (debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp11.620 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp8.306 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp1.675 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp9.944 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp6.631 miliar.
Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan ketiga yang disetahunkan adalah 2,96x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan ketiga yang disetahunkan adalah 4,44x, dimana rasio-rasio tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman Perseroan.
TBIG memiliki 16.017 penyewaan dan 9.830 site telekomunikasi per 30 September 2013. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 8.446 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 344 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 14.633, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,73.
“Saya senang untuk mengumumkan bahwa selama sembilan bulan yang telah berjalan tahun 2013 ini, kami berhasil menyelesaikan 1.391 site dan 2.309 penyewaan secara organik. Kami tetap berkomitmen kepada pelanggan kami untuk menyediakan pelayanan terbaik dan pemenuhan permintaan secara tepat waktu.”, komentar Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. Hingga 30 September 2013, TBIG memiliki dan mengoperasikan 9.830 sites dengan 16.017 penyewaan. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.





