PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Mengumumkan Kinerja Keuangan Triwulan Pertama 2014
JAKARTA, 13 Mei 2014 - PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk ("TBIG") hari ini mengumumkan laporan keuangan interim tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing - masing sebesar Rp781 miliar dan Rp641 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014. Pendapatan meningkat 26,5% dan EBITDA meningkat 26,6% jika dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013. Jika triwulan pertama ini disetahunkan (first quarter 2014 results on an annualized basis), maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp3.125 miliar, atau meningkat 16% dibanding periode penuh tahun 2013. EBITDA disetahunkan berdasarkan triwulan pertama mencapai Rp2.566 miliar, atau meningkat 16% dibanding periode penuh tahun 2013.
Per 31 Maret 2014, total pinjaman (debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp12.057 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp8.199 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp668 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp11.389 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi
Rp7.531 miliar.
Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan pertama 2014 yang disetahunkan adalah 2,93x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan pertama yang disetahunkan adalah 4,44x. Ini berarti TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi beredenominasi Dollar Amerika dan Rupiah.
TBIG memiliki 17.222 penyewaan dan 10.572 site telekomunikasi per 31 Maret 2014. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 9.382 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 150 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 16.032, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,71.
“Dalam triwulan pertama 2014, kami terus menunjukkan kemampuan dan kapabilitas eksekusi yang dibuktikan dengan penambahan organik sebanyak 516 site menara build-to-suit. Kami berkerja sama dengan operator pelanggan kami dalam pengembangan jaringan mereka dan kami melihat adanya permintaan yang kuat untuk pembangunan site build-to-suit dan juga kolokasi”, komentar Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.
Untuk informasi lebih lengkap, mohon hubungi:
Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 571 1946
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com
Investor Relations:
Email: investor.relations@tower-bersama.com





