PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Mengumumkan Kinerja Keuangan Triwulan Pertama 2015
JAKARTA, 25 Mei 2015 - PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. ("TBIG") hari ini mengumumkan laporan keuangan interim tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing- masing sebesar Rp827 miliar dan Rp702 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015. Jika triwulan pertama ini disetahunkan (first quarter 2015 results on an annualized basis), maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp3.309 miliar dan Rp2.808 miliar
TBIG memiliki 18.836 penyewaan dan 11.873 site telekomunikasi per 31 Maret 2015. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 10,868 menara telekomunikasi, 941 shelter-only, dan 64 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 17.831, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,64.
“Pada kuartal ini, terdapat dua penyesuaian yang berdampak pada pendapatan, jumlah penyewaan dan marjin EBITDA kami. Yang pertama, meskipun kami menambah 118 menara baru dan 348 penyewaan, jumlah penyewaan kami turun di kuartal ini yang disebabkan terutama oleh keputusan kami untuk tidak mencatat penyewaan dan pendapatan dari Bakrie Telecom. Yang kedua, kami merestrukturisasi beberapa perjanjian payung kami dengan operator sehingga semua beban listrik dari penyewaan kami akan diteruskan langsung ke operator. Hal ini berdampak pada berkurangnya pendapatan dan beban kami yang akhirnya meningkatkan marjin EBITDA kami menjadi 84,9%”, komentar Hardi Wijaya Liong, CEO dari TBIG
Pada Februari 2015, TBIG menerbitkan surat utang USD350 juta dengan tenor 7 tahun dan tingkat kupon 5,25%. “Kami dengan bangga menyampaikan bahwa kami adalah perusahaan non BUMN yang menerbitkan surat utang bertenor 7 tahun dengan tingkat kupon terendah ”, komentar Helmy Yusman Santoso, CFO dari TBIG
Per 31 Maret 2015, total pinjaman (debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp14.997 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp7.371 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp696 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp14.301 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp6.675 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan pertama 2015 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 2,38x dan pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5.09x.
“Keputusan kami untuk tidak mengakui pendapatan dari Bakrie Telecom menyebabkan sedikit kenaikan pada rasio utang kami. Untuk di masa yang akan datang, meskipun pada tingkat rasio Utang bersih pada EBITDA sekarang, kami tetap memiliki ruang yang cukup berdasarkan pembatasan finansial kami untuk pembiayaan tambahan dan apabila melihat pertumbuhan penyewaan dan proyeksi arus kas, kami mempunyai ekspektasi akan adanya penurunan tingkat leverage pada bulan-bulan berikutnya”, imbuh Helmy .
Pada kuartal keempat 2014, TBIG dan PT Telkom Indonesia Tbk. (“Telkom”) telah menandatangani perjanjian untuk menukarkan saham TBIG dengan saham perusahaan menara entitas anak Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”). “Kami terus bekerja sama dengan Telkom untuk menutup Transaksi Penukaran Saham yang saling menguntungkan kedua belah pihak ini”, komentar Hardi.
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.
Untuk informasi lebih lengkap, mohon hubungi:
Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 571 1946
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com
Investor Relations:
Email: investor.relations@tower-bersama.com





