PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Mengumumkan Laporan Keuangan Triwulan Pertama Tahun 2016
JAKARTA, 18 Mei 2016 - PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. ("TBIG") hari ini mengumumkan laporan keuangan interim tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp901,5 miliar dan Rp784,4 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016. Jika triwulan pertama ini disetahunkan (first quarter 2016 results on an annualized basis), maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp3.606 miliar dan Rp3.138 miliar.
TBIG memiliki 20.415 penyewaan dan 12.689 site telekomunikasi per 31 Maret 2016. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 11.697 menara telekomunikasi, 933 shelter-only, dan 59 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 19.423, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,66.
“Kami bangga dengan pertumbuhan sebesar dua digit pada EBITDA disetahunkan kami. Fokus kami adalah untuk melanjutkan pelaksanaan pesanan build-to-suit dan kolokasi untuk operator telekomunikasi pelanggan kami. Selama kuartal pertama tahun ini, kami menambah 662 penyewaaan secara organik yang terdiri dari 339 menara dan 323 kolokasi. Seiring dengan operator telekomunikasi kami melakukan ekspansi layanan 4G dan tingkat penetrasi smartphone yang terus meningkat, kami memprediksi akan ada lebih banyak permintaan data. Hal ini akan menghasilkan peningkatan ekspansi jaringan dari para pelanggan kami dan oleh karena itu akan lebih banyak permintaan untuk ruang menara yang berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan penyewaan. Tren ini sudah dapat dilihat dalam pertumbuhan penyewaan kami yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” ujar Hardi Wijaya Liong, CEO of TBIG.
Per 31 Maret 2016, total pinjaman kotor (gross debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp16.263 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp8.644 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp264 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp15.999 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp8.380 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan pertama 2016 yang disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 2,67x dan pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,10x.
“Tingkat leverage kami telah membaik kuartal ini meskipun dengan pertumbuhan organik yang signifikan. Setelah memperhitungkan ekspektasi pertumbuhan penyewaan dan proyeksi arus kas, kami tetap memiliki ruang lebih menurut covenant meskipun dengan adanya pengumuman dividen sebesar Rp262 miliar untuk tahun buku 2015. Kami berharap untuk melanjutkan eksekusi inisiatif pemegang saham termasuk buyback saham dan / atau dividen di sepanjang 2016. Selain itu, kami terus berfokus pada efisiensi operasional dan marjin EBITDA kami telah naik menjadi 87,0% di kuartal ini,” komentar Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.
Untuk informasi lebih lengkap, mohon hubungi:
Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 2924 8900
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com
Investor Relations:
Veronica Jordan
Telp. (62-21) 2924 8900
Email: veronica.jordan@tower-bersama.com





