PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Mengumumkan Kinerja Keuangan Triwulan Pertama 2020
JAKARTA, 30 April 2020 - PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. ("TBIG") hari ini mengumumkan laporan keuangan interim tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020.
Ikhtisar Keuangan dan Indikator Operasional
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1.262 miliar dan Rp1.085 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020. Jika triwulan pertama ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp5.048 miliar dan Rp4.340 miliar.
TBIG memiliki 29.997 penyewaan dan 15.681 sites telekomunikasi per 31 Maret 2020. Sites telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 15.540 menara telekomunikasi dan 141 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 29.856, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,92.
“Pada triwulan pertama 2020, TBIG mencapai pertumbuhan penyewa organik terbesar yang pernah dicapai. Kami menambahkan 1.402 penyewaan kotor, yang terdiri dari 134 sites telekomunikasi dan 1.268 kolokasi. Rasio kolokasi kami terus meningkat dan saat ini berada di 1,92x, disebabkan oleh kuartal yang luar biasa untuk kolokasi. Kami berharap pertumbuhan organik kami tetap kuat untuk membantu Operator dalam memperluas jangkauan jaringan mereka di seluruh negeri, ”komentar Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG.
“Fokus kami adalah pada pelaksanaan yang tepat waktu untuk menyelesaikan pesanan dan pelayanan berkelanjutan untuk pelanggan telekomunikasi kami, sambil mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan kami menjaga kesehatan karyawan kami selama pandemi Covid-19 global ini. Dengan situasi ini yang terus berkembang, tim manajemen kami berusaha keras untuk menjaga kemampuan kami untuk beroperasi di masa yang tidak pasti ini,” tambah Hardi.
Per 31 Maret 2020, total pinjaman kotor (gross debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp21.655 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp7.997 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp798 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp20.857 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp7.199 miliar. Menggunakan EBITDA kuartal pertama 2020 yang disetahunkan, rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 1,7x dan pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.
“Pada kuartal pertama tahun ini, kami berhasil mengakses pasar obligasi dalam mata uang Rupiah dan USD dengan tingkat bunga yang sangat kompetitif. Di bulan Januari, kami adalah perusahaan Indonesia (non-BUMN) pertama yang berhasil menerbitkan obligasi tanpa peringkat dengan jangka waktu 5 tahun dan bunga 4,25% sebesar USD350 juta. Dan di bulan Maret 2020, kami menerbitkan Rp1,5 triliun Obligasi dalam mata uang Rupiah. Dikarenakan penggunaan dana dari kedua obligasi ini untuk melunasi pinjaman bank yang ada, kedua obligasi memberikan efek netral terhadap leverage kami dan memperpanjang jangka waktu rata-rata struktur utang kami. Selanjutnya, tingkat leverage kami telah berkurang menjadi 4,8x di kuartal pertama 2020, jauh di bawah batasan obligasi kami untuk tidak lebih dari 6,25x untuk pinjaman kotor (menggunakan kurs lindung nilainya) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan,” kata Helmy Yusman Santoso, CFO dari TBIG.
Helmy menambahkan,” Bahkan dengan volatilitas Rupiah pada saat ini, lindung nilai (hedging) kami tetap efektif dan tidak berdampak merugikan terhadap bisnis atau keuangan kami. Kami terus mematuhi strategi konservatif untuk melakukan lindung nilai atas seluruh pinjaman kami dengan instrumen lindung nilai yang sesuai dengan jatuh temponya. Tahun ini, Perusahaan akan melunasi obligasi Rupiah senilai Rp2,15 triliun dengan menggunakan arus kas operasional yang kuat serta Fasilitas Kredit Revolving yang telah kami miliki.”
“Kontrak jangka panjang yang terjamin dari pelanggan operator telekomunikasi memastikan arus kas yang kuat dan bertumbuh, yang membuat kami berinisiatif untuk selalu memberikan pengembalian kepada pemegang saham. Kami juga tetap berencana secara reguler untuk mendistribusikan dividen kepada pemegang saham kami, yang rencananya akan kami umumkan pada RUPST bulan depan,” komentar Helmy.
Mengenai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“TBIG”), adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Group dan Provident Capital.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Corporate Secretary:
Helmy Yusman Santoso – Tower Bersama Group
Telp. (62-21) 2924 8900
Email: corporate.secretary@tower-bersama.com
Investor Relations:
Veronica Jordan
Telp. (62-21) 2924 8900
Email: veronica.jordan@tower-bersama.com





